Antara Cita dan Cinta

*Rini      :  “Put, kamu udah nyiapin laporan praktikum minggu lalu?”

Putri       :  (bermalas-malasan) “auk ah, nggak sempat mikirin tugas. Aku lagi stress mikirin Angga. Akhhir-akhir ini kami rajin banget berantam, masalah kecil aja diributin berhari-hari. Arrghh!”

**Dena   :  “Rin, kita ngerjain makalah akuntansi yuk?”

Rindi      :  “Kamu nggak jadi ketemu sama Arif?”

Dena       :  “Nggak Rin, kami lagi ada konflik. Didiamin aja dulu. Aku mau mengalihkan pikiran, kita kerjakan yuk?”

Rindi      :  “Kamu yakin tetap bisa fokus?”

Dena       :  “iya bisa. Masalah itu wajar, nanti juga akan baik lagi.” (tersenyum)

Pacaran dan Belajar

Pacaran dapat diartikan sebagai suatu bentuk hubungan yang sifatnya “semi legal” antara pria dan wanita dengan cara mengikrarkan janji untuk saling menyayangi dan mencintai.

Dua dialog singkat diatas memperlihatkan kepada kita bahwa satu masalah dapat membawa dua akibat yang berbeda. Dena dan Putri sama-sama sedang mengalami problem dengan kekasihnya, tetapi akibat yang ditimbulkan masalah tersebut berbeda pada kedua remaja ini. Putri tidak mampu lagi berkonsentrasi pada belajarnya, Ia tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas yang harus ia kerjakan. Berbeda dengan Dena yang tetap bisa fokus dalam belajarnya, hebatnya lagi justru belajar menjadi cara baginya untuk mendinginkan pikirannya.

Belajar adalah salah satu kegiatan yang menguras energi dan pikiran. Untuk bisa belajar, mengerjakan tugas, membuat laporan atau makalah dan berbagai jenis aktivitas serupa sangat memerlukan konsentrasi, ketenangan hati dan pikiran, serta motivasi. Tanpa itu semua belajar akan tidak maksimal bahkan sia-sia karena tidak satu informasi pun yang berhasil dicerna dengan baik oleh otak. Jika hal ini terus-terusan terjadi dapat menganggu proses belajar dan penurunan prestasi. Tentunya tidak ada satu orang pun yang menginginkan hal ini terjadi karena bagaimana pun juga belajar adalah tugas paling utama bagi seorang remaja baik yang masih bersekolah ataupun yang telah menempuh pendidikan tinggi.

Tidak masalah pacaran

Hampir setiap remaja saat ini memiliki kekasih atau pacar. Salahkah jika kita pacaran? Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya tergantung kepada bagaimana remaja tersebut memandang makna pacaran itu sendiri. Persepsi-persepsi yang salah itulah nantinya yang dapat memberikan efek samping yang tidak baik bagi pelakunya. Ada remaja yang terlalu memuja bahkan sampai menomorsatukan kekasihnya demi apapun. Remaja golongan ini menilai pacaran sebagai waktu untuk selalu bersenang-senang. Tidak perlu menunggu ada masalah, bahkan dalam keadaan baik pun pacaran seperti ini dapat mengganggu belajar. Ia rela mengorbankan banyak waktu, tenaga, materi dan pikirannya demi sang pujaan hati. Pacaran seperti jelas ini menuntut banyak waktu untuk berdua, dengan sering bertemu, saling mengirim sms atau rajin bertelepon. Dengan begitu tentu waktu belajar akan tersita mengingat banyaknya agenda pacaran yang dibuat. Pikiran sulit untuk fokus karena terus terbayang wajah sang kekasih, menit demi menit dihabiskan untuk membalas pesan singkatnya. Jika pacaran hanya untuk bersenang-senang, maka ketika masalah datang, pasangan remaja seperti ini akan merasa sangat terpuruk. Hal ini tampak pada hilangnya semangat, mood yang tidak baik dan emosi yang tidak stabil. Kondisi seperti inilah yang akan berdampak buruk pada prestasi akademik seorang remaja.

Disisi lain, tidak sedikit juga remaja yang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi akademik dan non akademinya meski berpacaran. Remaja seperti ini menjadikan pacaran sebagai salah satu sumber motivasi dalam diri mereka, pacaran adalah sebagai cara untuk saling mengenal lebih dekat kepada seseorang yang ia sukai. Bukan hanya untuk saling menyayangi, mencintai dan mengasihi tetapi juga bagaimana untuk menyatukan hati dan pikiran dengan banyak perbedaan, bagaimana belajar untuk saling mengerti kondisi satu sama lain dan bagaimana bersikap bijak ketika diuji oleh masalah. Mereka dengan pandangan seperti ini dapat mengkotak-kotakkan urusan hidup mereka, kapan saatnya untuk pacaran dan kapan waktunya untuk belajar. Bukan tidak mungkin pacaran dapat menambah semangat pada diri seorang remaja asal ia mampu berkomitmen pada dirinya untuk tetap menomorsatukan cita-citanya.

Tips sukses meraih cita dan awet bercinta

Berikut ini adalah tips-tips bagaimana agar para remaja tidak terjerumus pada dampak buruk pacaran. Bagaimana caranya agar kita tetap bisa konsentrasi belajar meski sedang menghadapi masalah dengan si dia.

      Tentukan tujuan dan manfaat yang jelas

Untuk apa kamu pacaran? Apa guna pacar bagi kamu? Jika kamu belum benar-benar bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik maka bisa diprediksi kamu akan tergolong kepada remaja-remaja yang gampang terpuruk ketika kamu dan si dia tengah dalam masalah. Sebelum memutuskan sesuatu, pastikan dahulu apa tujuan kamu, tidak terkecuali dalam urusan pacaran. Carilah pasangan yang dapat membantu kamu menjawab pertanyaan diatas. Maksudnya adalah pastikan bahwa seseorang yang menjadi pacar kamu adalah sosok yang bisa membawa kamu pada hal-hal yang baik. Dia tahu bagaimana memberikan kamu support, dia bisa mengajari kamu banyak hal, bukan mesti dalam urusan akademik saja melainkan juga mengenai kehidupan seperti bagaimana untuk lebih bersikap dewasa. Tanpa kita sadari selama ini sebenarnya kehadiran seorang pacar justru mampu memberikan kita banyak manfaat, seperti bersikap sabar, bagaimana untuk tidak egois karena kita dituntut untuk saling mengerti dan peduli, untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap masalah, bahkan dapat juga menambah pengetahuan karena sedikit banyak kamu dan dia pasti akan sharing banyak hal. Dengan begitu tentu kalian akan saling bertukar informasi dan pengalaman. Jadi, tentukan tujuanmu dan temukan manfaatnya!

      Jadwalkan waktu untuk ketemuan dan bertelepon

Atur sebaik mungkin waktu untuk pacaran dan waktu untuk belajar. Hal ini berguna sekali agar kamu bisa memusatkan perhatian kamu terhadap apa yang kamu kerjakan. Misalnya, hari minggu kamu jadikan sebagai waktu untuk berdua atau kamu bisa jadikan waktu senggangmu untuk bertelepon dengan si dia. Hal ini juga melatih kamu untuk disiplin terhadap diri sendiri. Waktu untuk belajar gunakan untuk belajar dan waktu untuk si dia gunakanlah untuk bersamanya. Tidak lupa sebelum ini kamu juga harus diskusikan hal ini dengan si dia, karena tentu tidak mungkin sama kesibukan kamu dengan sang pacar.

      Jangan jadikan kambing hitam

Ah, malas mau ngapa-ngapain. Hilang semangat. Pusing” kata-kata ini sering sekali diucapkan oleh remaja-remaja yang sedang ada masalah dengan pacar mereka. Emosi yang masih labil pada remaja juga menjadi salah satu faktor mengapa para remaja sulit untuk memusatkan perhatiannya kepada hal lain jika sedang menghadapi satu masalah pada salah satu urusan hidupnya. Untuk mengubah keadaan ini dibutuhkan latihan. Jangan pernah jadikan masalah kamu dengan sang pacar menjadi penghalang bagi kamu untuk melakukan yang terbaik untuk urusan mu yang lain, dalam hal ini adalah belajar. Jangan merugikan diri sendiri. Jadikanlah sebagai suatu kehebatan bagi diri kamu ketika kamu tetap bisa melakukan hal lain dengan baik meski sedang menghadapi masalah dengan sang pacar.

      Temukan motivator lain

Banyak yang menjadikan pacar sebagai seorang motivator bagi dirinya. Banyak pasangan remaja yang berlomba dengan sang pacar untuk mendapatkan nilai rapor yang baik. Bukan sesuatu yang aneh jika kamu menjadi hilang semangat ketika sang motivator ini sedang tidak baik kepada kamu. Namun, tidak mungkin selamanya kamu dan dia akan baik-baik saja. Sesekali pasti masalah akan datang menguji. Kamu harus punya motivator yang lain jika hal itu terjadi. Kamu bisa membayangkan wajah kedua orang tua kamu atau sahabat-sahabat kamu yang lain untuk menimbulkan kembali semangat kamu. Tidakkah kamu ingin memberikan yang terbaik bagi mereka. Ini bisa membantu kamu sejenak melupakan masalah kamu dengan sang pacar untuk kembali fokus dalam belajar mu.

      Berikan reward

Kamu boleh memberikan hadiah pada dirimu sendiri jika kamu berhasil melewati masa-masa sulit kamu dengan sang pacar dengan tetap tidak menjaga urusan belajar kamu dengan baik. Misalnya, kamu berjanji pada dirimu sendiri hari minggu ini kamu boleh makan es krim kesukaanmu sepuasnya jika kamu bisa mendapatkan nilai diatas 90 pada ulangan kimia kamu, meski saat itu kamu sedang diliputi rasa curiga karena menemukan foto perempuan lain di dalam dompet si dia.

      Komitmen pada diri sendiri

Komitmen itu penting. Kita baru bisa berhasil pada suatu bidang ketika kita benar-benar mau melibatkan diri kita sepenuhnya pada bidang tersebut. Tak terkecuali dalam urusan belajar, berjanjilah pada dirimu sendiri untuk tetap berusaha melakukan yang terbaik meski apapun cobaan dan rintangan yang datang. Masalah itu wajar, apalagi dalam hal membina sebuah hubungan. Akan ada banyak masalah untuk benar-benar bisa menyatukan dua hati yang berbeda.

      Pacar bukanlah segala-galanya

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik termasuk dalam hal berpacaran. Jangan terlalu memuja dan mengagumi sang pacar, hal ini bisa menutup mata kamu untuk melihat hal lain yang sebenarnya lebih penting. Jika kamu mengatakan pacar mu adalah segala-galanya bagimu, itu belum tepat. Jika dia sudah resmi menjadi suami kamu baru boleh kamu mengatakan seperti itu. Jika kamu menganggap dia adalah segalanya, maka kamu akan dengan mudah mengikuti apapun perkataan dan kemauannya, kamu akan kehilangan sikap kritis kamu nantinya. Jika kita telah benar-benar terikat dengan sang pacar maka sudah barang tentu kamu akan menjadi seperti burung yang kehilangan kedua sayapnya ketika sedang mengalami masalah dengannya. Cukup yakinkan pada dirimu, dia adalah salah satu motivator kamu, dia adalah sosok yang paling mengerti kamu dan dia bisa menjadi salah satu tempat mengadu untuk mu dan sharing berbagai banyak hal.

      Selesaikan masalah segera

Jangan biasakan menunda-nunda menyelesaikan masalah kamu dengan si dia. Jangan biarkan pasangan kamu berprasangka yang tidak baik. Jika ada masalah, sebisa mungkin luangkan waktu kamu untuk segera menyelesaikan masalah kamu, berbicaralah seperti biasa, tanyakan padanya apa sebenarnya yang terjadi atau kamu bisa langsung memberikan klarifikasi dan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi terutama jika berkaitan dengan masalah salam paham. Biasanya konflik pacaran selalu berakar pada kesalahpahaman. Kemudian, pastikan terlebih dahulu bahwa masalah tadi telah benar-benar selesai dan si dia benar-benar sudah kembali baik sebelum kamu dan dia beralih ke topik lain. Jangan mengalih-alihkan pembicaraan ketika sedang berusaha menyelesaikan masalah kamu. Meski begitu, kamu tetap boleh sesekali memberikan gurauan untuk mendinginkan suasana.

      Topik pembicaraan

Ada asap karena ada api. Pepatah tersebut secara tidak langsung menjelaskan bahwa segala sesuatu itu pasti bersebab-akibat. Tidak akan ada pertengkaran jika tidak didahului dengan masalah. Masalah bisa timbul dari komunikasi yang salah. Ketika kamu sedang bertemu, ber-sms atau sedang bertelepon, hindarilah topik-topik pembicaraan yang  dapat menimbulkan salah paham dan masalah. Selingi bahan pembicaraan dengan sesuatu yang sifatnya serius dengan topik-topik yang lebih bersifat bercanda atau gurauan. Kenali bahasan-bahasan apa yang tidak disukai pasangan, Jangan sampai membicarakan sesuatu yang tidak disukainya. Gunakan bahasa dan perkataan yang baik untuk mencegah terjadinya salah paham.

      Cita-cita tetap jadi yang utama

Tanamkan dengan sungguh-sungguh dalam diri bahwa apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaannya, mewujudkan cita-cita dan harapan tetap menjadi prioritas utama kamu. Dengan cara apa? Tentu dengan terus dan terus belajar. Kamu harus bisa dan sanggup melupakan sejenak masalah yang terjadi antara kamu dan pacar ketika kamu benar-benar harus fokus pada urusan belajar. Sebagai contoh, ketika kamu akan ujian seminar skripsi sementara malam sebelumnya kamu baru saja bertengkar dengan sang pacar, jika keadaan ini terjadi tenangkan dirimu sejenak, hadirkan kembali semangat dalam dirimu, berikan sugesti positif kedalam pikiranmu, misalnya dengan mengucapkan “AKU BISA!” atau “AKU HARUS LULUS!”. Ingat baik-baik bahwa keberhasilan mu yang tinggal selangkah lagi terlalu berharga jika harus dipertaruhkan dengan masalah kamu dengan si dia. Berjanjilah pada diri sendiri bahwa kamu akan lulus seminar dan setelah itu selesaikan masalahmu dengannya.

Tips-tips diatas hanyalah sedikit dari sekian banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa memisahkan dua urusan yang berbeda yaitu antara pacaran dan belajar. Pada dasarnya tidak ada satu hal pun yang salah jika kita melakukannya dengan cara yang benar termasuk pacaran. Kamu harus yakin pada dirimu sendiri bahwa pacaran bisa menjadi manfaat bagi kamu, lihatlah semua sisi positifnya. Ciptakan dan hadirkan semua manfaat itu dalam dirimu dan dirinya. Jadilah pribadi yang sukses yaitu cita-cita terjaga kecerahannya sementara cinta terjaga keabadiannya.

One thought on “Antara Cita dan Cinta

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s