Nostalgia Cintaku

Selasa, 18 Januari 2011..

“kak, gantiin papa ngajar dulu ya sore ini? Papa masih harus nemanin mama, mungkin malam nanti baru bias pulang.” Ujar papa ditelfon sore itu.

“apa? Benar aja donk pa, kok mendadak gini sih? Ini kan kelasnya siswa dewasa” jawabku panik. Aku benar-benar panik, masak mau ngajar gag ada persiapan gini.

“iya. Gag apa-apa itu kak. Kelas anak SMA. Tolong handle ya, kasih aja materi aja gitu atau kalian boleh focus ke praktek aja.”

Klik. Telfon diputus. Kulihat jam, kurang 30 menit lagi sebelum kelas dimulai. Ku coba untuk tetap tenang menyiapkan semuanya. 5 menit lewat jam 4 aku tiba dikelas. Daaannnn…

Pertemuan itu pun terjadi..

Aku melihatnya. Memandangnya. Seorang lelaki berperawakan tinggi dengan kaos oblong kuning dan jins yang dikenakannya. Kami bertemu pandang sesaat. Dia mengalihkan pandangannya, duduk di barisan ke-tiga dari depan bersama seorang temannya yang telah aku ketahui lebih dulu, bernama Edo.

Diam-diam aku terus memperhatikan sosok berbaju kuning itu. Kulitnya kuning langsat  dengan mata bulat khasnya. Selama didalam kelas aku mengenalnya sebagai seorang yang pendiam. Sepertinya aku tak cukup pandai menyembunyikan perhatian ku padanya karena sering sekali aku kedapatan olehnya saat aku memperhatikannya.

Kuakui dia charming dan mempesona. Tapi semua simpatiku padanya berubah menjadi setitik kekesalan..

“next turn??” aku mempersilahkan siswa yang lain untuk maju kedepan kelas. Ternyata giliran selanjutnya adalah cowok itu. Aku tahu satu hal. Ia bernama Abdi. Lengkapnya Abdi Rafli.

Aku tak mendengar yang lain apapun yang ia sebutkan dalam sesi perkenalan dirinya selain namanya.

“What did you do this morning?” Tanya seorang siswi padanya.

Yang ditanya diam, mungkin sebenarnya ia mengatakan sesuatu tapi aku tak bisa mendengarnya dengan baik karena suaranya yang sangat pelan dan lagipula ia berdiri membelakangi diriku.

“Baik-baiklah menjawabnya.” Sungut siswi yang tadi bertanya padanya. Aku berniat membantu siswi tersebut dan juga ingin membimbing cowok bernama Abdi itu untuk dapat menjawab pertanyaan temannya dengan baik.

“She asked you what had you done since this morning?” aku mengulangi pertanyaan siswi itu. “Dia bertanya sama kamu, apa yang kamu lakukan tadi pagi? Mungkin bisa dijelaskan kamu pergi kesekolah, bermain atau whatever, please” aku mempersilahkannya.

Sebagai  siswa yang baik seharusnya ia mendengarkanku, dan setelah aku persilahkan ia seharusnya melanjutkan Tanya jawabnya dengan siswi itu. Tapi yang terjadi..

“hey, kakak itu bertanya sama kamu.” Siswi yang tadi mengingatkan cowo itu.

Dia membalikkan badannya memandangku sesaat dan berkata “apa? Oh, tadi nanya ya?” Ia berkata dengan nada dan sikap yang menyakat. Sangat jelas bahwa ia sedang mengerjaiku dan sengaja membuat aku malu dihadapan siswa yang lain. Aku benar-benar terkejut dengan apa yang ia lakukan pada ku. Aku benar-benar malu saat itu. Benar-benar malu. Aku sempat terdiam beberapa saat, shock dan aku memang tak pernah bisa membalas ucapan sakat dari orang lain termasuk dia saat itu.

Setelah kelas sore itu selesai, aku masih saja memikirkan peristiwa yang tadi terjadi dikelas. Aku benar-benar merasa sedih dan malu. Aku bertanya apa sih maksud cowok itu sengaja berbuat nggak sopan gitu tadi. Aku memang pribadi yang sangat pemikir terutama yang menyangkut harga diriku, tak terkecuali hal ini. Aku terus memikirkannya. Aku malu, malu pokoknya malu.

Malam menjelang dan semakin larut seiring dengan tumpukan pikiran ang ada dikepala ku. Berlebihan memang, tetapi itulah diriku. Sekeras apapun ku mencoba mengacuhkannya sekencang itu juga ia kembali kedalam pikiranku. Aku sedang membaring-baringkan tubuhku di tempat tidur, niat tidur tapi mataku tak kunjung member isyarat untuk istirahat. Kulihat HP ku, pukul 23.33. itu artinya aku sudah berada di tempat tidur ini lebih kurang satu setengah jam.

Entah kenapa tiba-tiba saja aku mengingat semua dari awal pertemuanku dengan sosok yang bernama Abdi itu. Aku ingat tatapan matanya, aku tau hafal bentuk matanya. AKu ingat semuanya! Aku menyadari ada sesuatu yang berbeda. Aku tersenyum. Namun tak lama, senyum itu segera berganti dengan kecemasan.

“gag dyah!!! Jangan dyah!!! Buang jauh-jauh pikiranmu itu!!! Itu gag mungkin!!! Tidak mungkin, dyah!!!”

Aku benar-benar gag bisa berhenti berkhayal dan membayangkan hal indah itu. Aku merasakan keyakinan yang kuat andai aku bisa bersamanya lagi. Tapi tak mungkin, aku juga hari jum’at ini aku harus kembali ke Medan untuk melanjutkan kuliahku. Ini minggu terakhir liburan semester ku. Biarlah hanya jadi kenangan.

“percayalah dyah, ini hanya perasaan sesaat. Kamu juga belum mengenalnya. Gimana mungkin ada rasa itu. Mungkin kau tengah terpesona. Tak lebih. Bukan suka apalagi cinta”

Aku mengutak-atik kontak d HP ku, dan aku berhenti disatu nama. Gag ada salahnya kalau aku sekedar cerita, mungkin bisa sedikit membantuku melupakannya.

Siti, udah tidur??? Aku pingin ceritalah dikit nih unek-unek.

Delivered to: Siti. +6283187420956

1 message received

Kebetulan. Aku juga belum ngantuk, dy. Yup, cerita aja.

Sender: Siti. +6283187420956

Sent: 18-Januari-2011. 23.40

Pesan demi pesan pun mengalir dengan lancarnya. Sesekali diselingi oleh gurauan dan canda yang buat aku ngikik.

1 Message received.

Hehehehe. Nyantai aja dyah. Senanglah bisa jadi tempat kamu berbagi. Jangan segan-seganlah kalau mau cerita lagi, walaupun dah lama kita gag ada berhubungan lagi. Aku doakan semoga jadi ya dengan abdi mu itu. Ditunggu kabarnya. Hihihihi. Night.

Sender: Siti. +6283187420956

Sent: 19-Januari-2011. 00.50

Okeh sobat. Makasih ya. Haduh, keanya gag mungkinlah. Ntar juga lupa tuh kalo udah di Medan, Sit. Aku udah kapok untuk berharap. Dah dibilang aku tu gag tipe dia. Iya deh, nice dream. Night too.

Delivered to: Siti. +6283187420956

Aku tersenyum lega.

“Kuat dyah. Ayo kuat!! FIGHT your feeling!!”

*to be continued^^

One thought on “Nostalgia Cintaku

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s