Kisah Cintaku..

Jangan pernah ambil dia dari hidupku, bahkan tidak juga sedikit cintanya. aku belum siap, tapi kalau memang aku tak baik untuknya, ajari aku untuk rela berpisah..

Aku membutuhkan dirinya dan cintanya. Letih sudah aku berkilah jika aku kuat, tak lagi bisa ku pungkiri kenyataan bahwa aku benar-benar tak bisa hidup tanpanya.

Hari ini aku banyak menemukan pelajaran tentang cinta dari seorang sahabat yang sangat aku percayai. Aku semakin benar-benar merasakan panasnya tamparan Mu ya rabb. Benar-benar aku merasakan betapa ia mencintai dan menjagaku selama ini. Betapa ia terus mengajari ku tentang hidup dan cinta. Betapa aku malu mengetahui bahwa aku tak lebih cerdas dari seekor kuda.

“kau benar-benar beruntung dyah mendapatkan sosok pria sepertinya. Kelak kau baru tahu bagaimana sesungguhnya dia perduli & perhatian samamu” ujar sang sahabat padaku.

“aku frustasi menghadapi keadaan yang berubah ini ci, dia, cinta dan hidupnya berubah. Cukup aku menderita gini karena dia terus diam.” Aku menjawab ketus.

“Cintaku kandas 1 bulan lalu. Aku banyak belajar. Dan kau tau semua penyelewengan cinta itu karena sifat wanita yang super ego dan gengsian. Itu salah terbesar ku dyah. Tapi aku belum siap untuk berubah. Aku pun gag kalah gila ketika tau dia udah bersama wanita lain.” Sahabatku mengenang.

“yang butuh wanita itu kan pria, ci. Gag usah ninggi2in cowoklah”

“itu benar kok, dyah. Memang lelaki yang butuh wanita tapi karena wanita juga dia bisa berubah.”

“jadi, menurutmu aku yang berubah? Aku yang salah sama dia?”

“kau cobalah introspeksi dalam-dalam dyah! Sebenarnya kau jenuh sama dia kan? Kau bilang dia yang berubah.”

Aku diam.

“dia udah capek ngadepin sikap & sifatmu ini dyah, makanya dia berdiam diri disana. Aku paham sifatmu gimana makanya aku bisa merasakan gimana peningnya dia disana. Jangan sampailah kau nyesal kea aku sekarang, semuanya udah berakhir. Ketika aku udah kehilangan dia barulah aku sadar betapa dia mencintaiku. Aku masih sangat berharap bisa balikan tapi aku pun tak tau gimana caranya, toh dia sudah bahagia sama orang lain.”

Aku menghela nafasku panjang.

“pernah ada orang ketiga cak, cinta lokasi dikantornya.” Ku mengatakannya penuh benci.

“itu salahmu, dyah! Kenapa kau memberi celah pada wanita lain untuk memberikan perhatian pada dia?”

Hatiku benar-benar berkecamuk. Sampai kapanpun aku tak pernah rela dikatakan ‘tersangka’ untuk kasus cinta gelap dia dan teman kantornya itu.

“bukan salah istri kedua dyah, istri pertamalah yang bersalah sampai  suaminya sanggup menduakan cinta istrinya”

“ngomong apa sih ci?” aku mulai geram. Aku merasa seperti benar-benar dipojokkan.

 “Aku pernah curhat sama teman2 cowokku, mereka buka-bukaan soal cewek, dyah. Ternyata semua kunci langgengnya hubungan itu ada di si wanita. Kau tak perlu menuntut perhatian & peduli cowokmu, kau lah yang seharusnya memberikan banyak perhatian & kasih sayang sama dia, nggak usah kau minta-minta, lebih dari itu akan diberikannya untuk mu. Kau kira mudah bagi cowok selingkuh? Enggak ya dyah, justru ketika pacarmu selingkuh, saat itulah dia mengujimu, mau nggak kau menariknya lagi, dia lagi kehabisan cara dyah untuk mendapatkan perhatian  darimu, kalau ternyata kau nggak menariknya kembali ya dia akan terus berselingkuh. Kuncinya Cuma perhatian lho, dyah. Cowok sendiri yang bilang sama aku.”

“capeklah ci.” Aku membuang muka.

“kisah cowokmu sama temannya itu iseng ajanya dyah. Kau percaya kenapa, susah kali rupanya untuk percaya tu ya?”

“kau ingat gag waktu dulu abdi bilang kenapa dia suka sama mu, awalnya gara-gara perhatian yang kau kasih kan?”

“trus kenapa?” tanyaku.

“ya perhatian itulah yang bisa buat cowok luluh, adam tu haus kali sama perhatian, kalau soal perasaan mereka jauh lebih lemah lho dari kita (wanita). Justru yang suka berubah-ubah tu cewek. Cowok itu statis lho sifatnya. Nah, ketika cewek jenuh, tentu malas mau perhatian, disitulah berarti cewek tu sendiri yang memberikan peluang bagi cewek lain untuk memberikan perhatian, yah kan udah dibilang tadi cowok tu paling cepat luluh sama cewek yang perhatian, apalagi pengertian. Udahlah, jadilah selingkuh tu. Cowok tu gag salah dyah. Bukan aku bermaksud meninggi-ninggikan mereka ya”

“berarti mudah kali lah cowok tu berpindah hati ya?” ujarku sedih.

“iya pokoknya siapa yang lebih perhatian & pengertian sama dia ya kesitulah hatinya. Makanya jangan pernah kau kurangi porsi perhatianmu sama dia.”

“preetlah kau cak. Macam martabak pakai porsi.”

Suasana agak mencair. Sesaat kami bercanda mengendurkan urat syaraf yang dari tadi dijejali oleh teori-teori cinta.

CURHAT CINTAKU VERSI DYAH & CICI..

dyah     : “selama kami pacaran, dia gag pernah mengekspos aku sama teman2nya ci, apalagi keluarganya. aku jadi berpikir seolah-olah dia sengaja buat aku low profile. Sering aku cemburu sama teman-teman kita di FB. Aku tahu itu berlebihan ci, tapi sekali setahun kan gak apa-apa. Pengakuan kalau aku pacarnya itu penting bagiku, ci”

Cici       : “kalau menurut aku ya dyah, dia tu menjaga kau lho. Dia mau teman-temannya atau keluarganya tau dengan sendirinya, nanti kan ada waktunya itu. Kau tu cobalah ngaca sama dirimu sendiri, bentuk kea kau mana cocok untuk gitu-gituan di FB, abdi tu nggak mau kau sama dengan cewek-cewek yang lain, murahan tau dyah kea gitu tu. Ngobral kata2 ‘sayang’ di dunia maya. Dia maunya orang tahu kau tu pacarnya, calon istrinya pun, dengan cara yang lebih terhormat. Lagian nggak malu kau nanti kalau ada orang ngomong2 miring kalau kalian kea gitu di FB. Pendek kali lah kau berpikir, dyah. Aku aja ngerti.

Spontan aku menjitak kepala cici, sudah tak terhitung lagi berapa kali dia meledekku dalam 2 jam ini. Aarrrrggghhh!!! Segitu bodohnya kah aku??????

              “terus ya dyah, mungkin abdinya juga lagi benar-benar mempersiapkan diri untuk mu. Iya, kan dia selalu bilang kau tu tinggi, mungkin dia juga ada rasa minder sama mu, makanya dia suruh kau tu sabar sampai paling nggak dia udah kerja atau udah lapang gitulah biar kalian tu 1 level. Kau emang gag pernah negerendahin dia, tapi kan dia punya telinga, dia juga bisa panas kalau dengar ada orang yg komen, seolah-olah dia gag pantas untukmu. Masuk akal kan?” cici mengedipkan matanya padaku, agar aku mempercayai semua penjelasannya.

Dyah     : “Muka kau kea ember semen ku tengok tau!!!”

Kami diam beberapa saat.

Dyah     : “dari mana ya aku bisa benar-benar yakin kalau dia emang serius sama aku ci? Dia bisa kok dengan gampang dapatin yang lain, saingan ku banyak”

cici        : “kata teman2 ku yang cowok, itu juga tergantung sama si cewek. Kalau kau menunjukkan sikap serius sama dia, dia juga pasti menghargai kau dan bilang dia juga serius samamu. Itu juga salahku dulu dyah, aku selalu bilang mantan ku itu gomballah, main-mainlah sama aku, padahal dia dah berkali-kali bilang mau serius sama aku. Jangan gitu dyah, semakin kau sering bilang ke dia kalau dia tu menggombal atau Cuma main-main sama mu, nanti dia marah benar-benar kau dipermainkannya. Semakin sering kau bilang dia ada cewek lain, padahal dia dah bilang dia sibuk disana, nanti palak dia bisa lho benar-benar dicarinya cewek lain. Kalau Udah gitu kaulah yang meninggal disini kan, aku juga yang repot kau buat.”

Dyah     : “gag lucu tau! Kau ni orang serius. Kalau dia selingkuh disana, ku balas selingkuh jugalah!”

Cici       : “sok sok kau tu! Kau tu ya dyah, turunkan dikit gengsi kau tu kenapa? Apa-apa mikir harga diri, sedikit-sedikit bilang gengsi. Kau tu cuek-cuek butuh.”

Dyah     : “kayak kau enggak aja.”

Cici       : “Iya, gara-gara itulah aku kehilangan cowokku. Makanya ku bilang biar kau jangan sampai ngerasain seperti aku ni. Nyesal tau dyah. Nyesal!” Percayalah sama aku dyah, sebelum abdinya benar-benar muak dengan kau, berubahlah, kalau merajuk tu 5 menit aja, ini sampai berhari-hari. Udah sabar kali pun dia tu sama kau. Kalau aku mungkin jadi cowok udah ku buang kau ke laut.”

Dyah     : “ihh, mulut kau ya ci. Ku colok pakai sedotan ni mau kau!!!”

Cici       : “aku serius lho dyah. Tak ada doh niat cowok tu mau merendahkan harga diri kita, justru dia tu senang kalau ceweknya tu lembut, agak2 manja dikit, gag mungkinlah pacar sendiri bilang kalau ceweknya gak punya harga diri. Aku aja pening nengok kerasnya hatimu itu, terbuat apalah hatimu haa. Kau satu, kesalahan zaman batu dulu pun masih kau ungkit-ungkit sampai zaman modern gini.”

Ingin rasanya aku menoyor kepala sahabat sok bijak ku ini dengan gelas jus yang ada dihadapan ku. disatu sisi aku marah, tapi jauh dibalik itu semua aku merasa benar-benar tengah dihadapkan pada cermin pribadiku sendiri. Cermin tak pernah berbeda dengan benda yang dihadapannya, kata-kata cici seolah-olah cermin sempurna penuh kilat yang kontras menunjukkan semua baik buruk diriku.

Cici       : “udahlah dyah, percayalah sama dia. Kalau yang ku tengok dia mana ada mau main-main samamu. Jangan sampai kea akulah dyah, nyesal udah kehilangan”

Lagi-lagi kami terdiam. Aku merenung jauuuuh, betapa kini aku tahu masih sangat banyak dari dalam diriku yang harus aku perbaiki.

Dyah    : “dia gag pernah lho cemburu, ci. maksudku yang benar-benar cemburu gitu.” aku memandang cici diakhir kalimatku.

Cici      : “itulah dyah perbedaan struktur otak pria dan wanita. sebenarnya kodrat pria itu ber-otak kanan dan kalau pria itu benar-benar ‘cowok’ pasti terlihat cara kerja otaknya itu. yaitu di emosi termasuk kontrol cemburu. kata teman ku, semua cowok itu posesif lho dyah, tapi yang otak kanannya bagus dia posesif nya baik.  menurutku, abdi mungkin malah sering merasa cemburu sama dirimu, cuma dia gak mau ekplore aja. karena kontrol otaknya baik, makanya yang terasa itu adalah dia khawatir sama mu misalnya waktu kau diluar. aku tahu dari teman ku yang cowok lho dyah, dia bilang sebenarnya baik pun yang dikerjakan ceweknya dia cemburu. contohnya, kau mau pergi kemana gitu, ntah seminar, liburan, atau les apalah, dia takut lho dyah, dia cemburu kalau-kalau kau nanti banyak berinteraksi dengan orang terutama cowok-cowok dan gag menutup kemungkinan kau bisa ketemu sama yang lebih dari dia. tapi itu di redamnya, syarafnya bekerja kalau itu cuma halusinasi dia aja. cinta tu buat dia yakin & percaya, dyah. cowok lho yang lebih banyak takut sama ceweknya, karena kan cewek itu sifatnya menerima, kalau cowok kan dia yang nembak. kalau cowoknya gag bergerak, mana bisa jadi. tapi kalau cewek, seperti yang kau tengok lah, gag suka pun dia sama cowok itu jadi jugakan. makanya ungkapan “nanti kamu diambil orang” itu selalu dari cowok ke cwek kan?”

aku memandang lekat wajah cici, menyiratkan kalau aku masih butuh penjelasan lebih detail lagi.

          : “dia tu sebenarnya sering cemburu sama mu dyah, kadang kau yang gag sadar dan memang dia pun gag mau terlalu membicarakannya. kau ingat kan gimana cowokku dulu cemburu sama aku, ya kea gitulah cemburunnya cowok yang tipe-tipe abdi tu. itu cuma bisa benar-benar terlihat kalau kalian bersama. aku ada baca buku, menilai apakah pasangan kita itu paham 100% sifat kita ya dari rasa cemburu itu lah dyah. kenapa abdi gag pernah cemburu sama mu walaupun kalian jauh, ya karena dia paham sifatmu. kau pun gila, mau cemburu kea mana dia sama mu, orang teman cowok mu aja bisa dihitung pakai jari, di FB pun kau gag pernah ngomong macam2, trus kau orangnya serius, mahasiswa banget malah kerjaannya belajar, trus kau jg orangnya tertutup, doyan dikamar, penyendiri kemana2, kau tau agama, pandai jaga diri lagi. dia mau cemburu apa sama dirimu?? ” cici melototkan matanya padaku.

dyah      : “gag sepenuhnya seperti itu ci. kalau itu aku juga paham. mungkin memang gag ada yang bisa mengerti gimana mau ku sebenarnya, gak juga dia” aku menatap kosong ke seberang jalan.

cici        : ” aku ngertinya dyah. percayalah itu semua karena jarak kalian yang jauh. ngomong sabar itu memang mudah, dyah tapi melaksanakannya itu yang berat. yah, inilah ujian kesabaran mu.”

dyah    : “kalau ternyata sia-sia, ci?”

cici       : “gag akan ada yang sia-sia dyah, makanya lakukan semua dengan ikhlas. gag untuk dia mungkin untuk kehidupan mu.”

dyah        : “aku benar-benar diujung tanduk kejenuhan ci. dari segitu banyak usaha yang udah aku lakukan, belum 1 pun yg membuahkan hasil. aku capek & bosan. toh juga dia belum tentu mikirin aku disana, perhatian, waktu dan cintanya udah habis diamputasi sama kerjaan, keluarga dan teman2nya disana. boro-boro mau mengusahakan sesuatu, ci berpikir aja mungkin dia udah gag mau. dia tak lagi seperti dulu mempertahankan hubungan ini.”

cici         : ” itulah yang namanya galau, dyah. dibilang kau mati rasa sama dia gag, toh kau masih bisa ngerasain khawatir dan gelisah kan. dibilang kau cinta juga gag, kau udah terlalu jauh membenci semuanya. kau gag mau putus tapi juga tak lagi merasakan hangatnya cinta. aku tahu betul perasaan mu dyah. kau sebenarnya uaah sangat sangat kuat menghadapi semua ini sendiri disini, hanya tuhan lah yang tahu bagaimana perjuanganmu. yakinlah, allah pasti akan memberikan kebahagiaan yang sepantasnya kau dapatkan kelak”

dyah     : “aku udah nyaris tenggelam dalam keputus asaan ci. kau tau juga masalah dikampus ku gimana. semuanya baur jadi satu. aku remuk.”

cici         : “satu-satunya jalan memang kalian harus bertemu dyah..”

dyah    : “usahlah sebut-sebut pertemuan ci. benci aku. itu mustahil. tak akan ada pertemuan. gag ada yang bisa diusahakan, gak juga dari dia disana. kau kan tahu, kalau bukan karena urusan, aku malas pulang kedumai tahun baru ini.”

cici       : “kau sebenarnya tegar dyah. dari dulu aku selalu salut lihat ketegaran mu. payahlah lho orang dengan tipe kayak kau untuk tegar.”

dyah    : ” kadang aku kufur ci, ingin rasanya marah kenapa aku punya sifat pemikir dan sensitif seperti ini, kadang iri melihat orang2 yg bisa cuek sama masalahnya. aku gak pernah bisa seperti itu.” air mata ku jatuh.

cici        : “serahkan semuanya sama yang diatas, dyah.”

dyah    : ” doain aku cak. moga besok kau dengar kabar kalau aku udah lebih baik.”

cici       : “cobalah ingat saat-saat dulu waktu kalian baru jadian, dyah. kau udah dapatkan sosok pendamping yang kau kriteriakan, dari dulu kau ingin punya cowok anak STM, tu udah allah kasih. kau pingin punya cowok yang suka musik dan pemain drum, ada sama abdi. kau mau calon suami yang bukan orang kaya, yg sederhana aja, allah kasih juga. kau suka cowok yg tinggi, ada itu sama dia. kau pingin cowok orang minang yang lancar bahasa minang, itukan abdi. kau butuh pacar yg supel & bergaul, dia bisa. dia tau agama seperti maumu. kau minta sama allah, tolong kasih pacar yg juga anak pertama, punya adik2 dan sebaya. kau tulis itu dulu kan dibukumu, skrng semua tercoret kan dyah. jangan kau berpikir tuhan mau memberikan kesempatan sempurna itu dua kali ya dyah. dan kau harus tahu, tuhan memberikan semuanya juga gak cuma-cuma, setelah itu kau harus berjuang lagi menjaganya, inilah dia dyah perjuangan itu. hubungan asmara itu memang gag selamanya hangat, ada saat-saat dimana bosan & jenuh itu jadi bumerang. kalau tak kau tangkis ya hancurlah. kau yang selalu bilang sama aku dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan, kan. ingatlah semua itu kawan.”

dyah      : “tapi sosok seperti aku awalnya gak pernah dia bayangkan, ci. dia gak pernah menanti seperti bagaimana aku menunggu dia. makanya selalu aku yang ingat semuanya, dia cuek aja. aku gak pernah masuk dalam kamus hidup cewek idamannya. tahulah kau semua mantannya bagaimana.”

lagi-lagi lama kami terdiam. tapi lekas cici membuat lelucon.

Cici       : “apa lagi kurangnya si abdi, dyah. Udah sabar kali lah dia ngadapin manusia kea kau gini. Kuburlah semua sifat negatif kau tu, percayalah semuanya pasti akan indah. Toh, selama ini juga gak pernah terbukti prasangka kau itu. Dia baiknya disana. Kau remove dia, dah di add nya lagi, dia juga udah mulai ngurus FB nya kan. Kau tengoklah keadaan dia dulu gimana, dyah!”

Kami meneguk jus masing-masing hingga habis.

Cici       : “kalau kau nggak mau biar untuk aku ajalah dia ndak?” ujarnya sambil tertawa ngakak.

dyah     : “kau langkahi dulu mayatku ya ci. lagian gag doyan abdi sama cewek tomboy kea kau” ujarku marah.

Cici       : “ah, gampang! Tinggal aku clurit aja kau selesai tu. Ya udah berubah aku jadi feminim.”

Dyah     : “diamlah kau!! Emosi aku ni. Urus tuh mantan mu, balikan lah kalian lagi”

Aku diam lagi.

Dyah     : “semua kuncinya ada di dia, ci. ya mungkin dia memang sempurna seperti yg kau kira, tapi mungkin udah alami sifat sombong itu sama mereka2 yg sempurna. Dia diam-diam seperti ini, kadang perhatian kali, kadang cuek kali, kadang main-main, kadang serius kali, itu bukti kalau dia tak cukup pandai menjaga cintanya. hangat-hangat taik ayam, tergantung mood dia. dikiranya aku batu.”

cici          : ” iya, aku ngerti. karma kan ada dyah. Tuhan itu adil. Dia maha tahu siapa yg akan dihukumnya. sikap konsisten emang payah, dyah. apalagi manusia tipe kea dia”

Dyah        : “baru aku tahu gimana sebenarnya cowok tipe ‘player’ tu ci. yg tukang main-mainin cewek. bagi dia kalau pun kami putus, gag ada apa2, sama sekali gag berpengaruh. dari dulu pun dia kok yg selalu mengakhiri. dianggur-anggurinnya pacar-pacarnya. aku juga ternyata jadi mangsanya juga.” aku menghela nafasku.

cici          : “berdoa ajalah dyah. semoga allah segera menyadarkannya. dan ketika dia sadar semoga semuanya belum terlambat. mudah-mudahan dia cepat dapat hidayah.”

dyah          : “rasanya air mata ni gag pernah mau berhenti ci. emang asli kea disayat-sayat hati ni rasanya. yah, tetap hanya allah yang maha tahu. aku pun gag tau isi hati dia gimana disana. ntahnya dipikirinnya aku entah tidak.”

cici         : “biasalah dyah. cowok kalau udah agak agak mau berhasil emang luar binasa tu angkuhnya. berasa pangeran yg semua cewek2 ngejar-ngejar dia. dia harus jatuh dulu tu dyah baru sadar. udah melarat lagi baru tau dia gimana dia susah dulu. ya gitulah, pasa susah dia sama awak, udah senang di campakkan nya kita. di bunuhnya kita pelan-pelan dulu. padahal sebenarnya belum sukses, masih ‘agak agak mau’. “

dyah       : “iya ci. mungkin gitu juga yang sedang terjadi sama dia.”

Jam ditanganku menunjukkan pukul 17.00. aku kira sudah saatnya aku pulang ke kos. Cici mengantarku hingga aku menaiki angkutan. Ditengah perjalanan ia berujar…

“jaga cintamu dyah, tugas wanita itu berat. Kau jaga dia, cintanya dan cintamu. Jangan lagi ada gengsi untuk mengungkapkan cintamu padanya. Trus, jangan lupa 28 januari 2012 nanti traktir aku sate 2 piring ya”

aku menepuk lengannya. Bisa – bisanya dia bercanda disaat serius dan melankolis begini.

“iya kalau sampai ci, kalau nggak. aku traktir kau minum, obat ya biar sama-sama kita rasain pahitnya” ujarku ala kadarnya.

Tuhan memang selalu punya rahasia untuk hamba-hambaNya. Aku diberi petunjuk dengan cara seperti ini. meski aku belum benar-benar baik, setidaknya sakit itu berkurang.

Salah itu diperbaiki. Buruk itu diubah menjadi baik dan sudah seharusnya mempertahankan cinta yang saat ini telah digenggam. itu dari ku. semoga sosoknya disana juga bisa berpikir seperti ini.

“kalau cinta ini baik, bantu aku mempertahankannya ya allah, tapi kalau ini hanya jalanMu agar aku belajar, jauhkan dia dari hidupku dan gantikanlah dengan yg jauh lebih baik. Kau tahu bagaimana aku disini mencari ‘kunci jawaban’ yg sebenarnya ada ditangannya”  ujarku dalam hati.

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s