Suara Hatiku

Tak ada yang bisa ku rasakan saat ini. Semua rasa membaur menjadi satu. Satu yang ku tahu bahwa air mata ini masih terus mengalir. Begitu tenang dan perlahan mengalir menyiratkan dilema hati yang kini berkecamuk. Aku yang mengambil keputusan ini, meski berat dan aku pun tak yakin bisa menjalaninya. Aku benar-benar bisa merasakan sulitnya, seperti sedang berusaha berenang ke daratan setelah digulung ombak besar lautan.

“tuhan, kuatkanlah aku” tangisku dalam hati.

Cinta itu fitrah manusia. Aku sangat berterima kasih pada tuhan yang telah menitipkan cinta yang begitu besar ini pada ku. aku terima dan memilih dirimu. Tak mudah bagiku jatuh cinta pada sosok adam itu, namun sekali aku memilih maka ku yakinkan bahwa itu pilihan yang pertama dan terakhir. Begitulah yang ku lakukan padamu. Betapa aku ingin terus dan terus bersamamu. Bahkan disaat sekarang ketika aku memutuskan untuk sejenak menjauh dari kehidupan mu. Bukan aku mengkhianati janjiku, aku Cuma ingin belajar lebih banyak tentang cinta. Ketahuilah besar keinginanku untuk menjadi yang terbaik bagimu.

Kita memulai semuanya dari nol, titik terendah dalam skala apapun. Paling dasar dari segala dasar. Kau perlu tahu sosok melankolis seperti ku sangat sulit menerima keadaan yang berubah-ubah.

Keadaanmu yang jauh berubah benar-benar membuatku frustasi. Bukan aku mengeluh, aku Cuma meminta bantu aku menghadapinya. Beri aku solusi. Aku tak pernah benar-benar tahu bagaimana perasaanmu. Adakah kau juga merasa berat dan terkejut dengan semua perubahan ini. Hati ini menjawab ‘tidak’. Bagaimana kau ‘sempat’ merasakan berat dan tertekan sedang kau tak lagi memiliki tempat dihatimu meski sekedar untuk mengingatku. Kau mungkin ingat, itu karena kau ‘menghafalnya’. Semua yang kau lakukan terasa seperti satu rutinitas saja, tak ada lagi makna cinta yang dalam disana. Kau menyapaku di pesan singkat setiap pagi, siang dan malam, tak lebih karena kau penasaran bukan lagi karena kau mencintai. Seperti seorang anak kecil yang tengah dipaksa minum obat tiga kali sehari oleh ibunya. Dia tak mengerti makna perlakuan itu, ia hanya ‘penasaran’ untuk sehat agar bisa bermain-main lagi.

Dimana cinta mu yang begitu besar dulu? Tiap ada masalah dulu kau selalu mati-matian memperjuangkan ku. aku takkan melanjutkan, sakit jika aku membandingkan dengan yang terjadi saat ini. Yang jelas aku tengah kehilangan.

Kita bersama mulai ketika kamu belum jadi apa-apa. Bahkan aku pun rela kau bawa dalam semua kesulitan dan kesusahanmu. 1 tahun lamanya aku bertahan menemanimu, tak habis kata cinta aku berikan agar kau benar-benar mengerti bahwa aku menerima apapun keadaanmu, tak pernah sekalipun bibir ini mengeluh meski seringkali yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataan, aku pun mampu berubah menjadi motivator ulung demi melihatmu kembali bersemangat, tegar dan berdiri kuat setelah sempat kau terperosok. Aku memperjuangkan apapun yang kubisa meski tak jarang aku harus mengabaikan kepentinganku. Masih ingatkah kau semua ini? Dari awal aku niatkan semuanya untuk kebaikan, bukan semata-mata karena ada cinta untukmu. Beginilah aku pada setiap orang. Itu juga yang membuat aku mengikhlaskannya untuk mu.

Aku mencoba mengerti. Banyak orang yang lupa saat-saat dia susah dulu ketika ia tengah dipuncak keberhasilan. Itulah yang kini menimpamu kan? Kau lupa semuanya. Saatnya bersenang-senang sekarang dengan semua impian mu yang satu persatu mulai terwujud. Dari lubuk hati yang terdalam aku bisa merasakan kebahagiaan mu. Tapi dibalik itu semua, haruskan cintaku menjadi taruhannya?

Aku tak mau menghakimimu. Jika kau menemukan yang lebih baik saat ini paastikanlah ia pun sama tegarnya saat nanti menghadapi kesulitanmu. Banyak wanita yang dapat dengan mudah kau pilih dengan semua yang kau punya saat ini. Nikmatilah itu jika kau benar-benar ingin merasakannya. Jika pun kau ingin kembali padaku suatu saat nanti, aku harap semuanya belum terlambat.

Kamu harus tahu doaku tak pernah putus untuk mu..

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s