Mengapa aku mencintaimu..

Pacaran atau relationship. Cinta. Wanita. Pria. Kita. Aku dan Kamu. Cinta Kita.

DiNRa = DIah aNd RAfli

Jalinan cinta jarak jauh (long distance love) yang terjalin 28 januari 2011.

Ini adalah kali pertama aku merasakan yang namanya CINTA sesungguhnya dan dia juga pria pertama yang menjalin hubungan asmara dengan ku.

Aku memulai hubungan cintaku ketika aku berumur 19 tahun. mungkin seharusnya aku sudah cukup dewasa, tapi tidak untuk masalah cinta. Tak jarang aku depresi, frustasi dan letih menjalani semuanya. tapi cinta ini begitu kuat hingga aku bertahan. aku mencintainya karena cintaku padaNya. Aku memilihnya adalah hasil dari istikharah & tahajud panjangku. Di satu sisi aku sebenarnya mengerti bahwa tuhan tidak akan menitipkan nikmat terbaikNya tanpa ujian dan cobaan.

Berpacaran jarak jauh rasanya tak sekedar seperti menaiki sebuah roller coaster yang melaju cepat, turun naik, menikung tajam dan kadangkala menghempaskan kami secara sangat tak terduga. punya kekasih seperti ‘tak punya’.  Sebagai manusia biasa, kami berdua sempat ‘berteriak’ bahkan kadang stres menghampiri dan membuat kami saling ‘menyakiti’.

Aku teringat pada sebuah tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah speaking. seisi kelas sepakat bahwa tema praktik berbicara minggu depan adalah tentang ‘LOVE’ dengan judul ‘why do you love your boyfriend/girlfriend’?

Dipilih secara acak, ternyata aku tampil pertama waktu itu. tak ada yang berlebihan dalam artikel ku, tangan ini menulisnya mengalir begitu saja. mungkin karena tema itu dekat sekali dengan hidupku yang sesungguhnya. Bukankah kita lebih mudah menulis sesuatu yang realita?? mungkin itu yang membuat kelas riuh ketika aku bercerita didepan kelas, sang dosen pun tersenyum kagum dan simpati.

AKU BANGGA MEMILIKIMU, SAYANG🙂

waktu itu aku wajib menulisnya dalam bahasa inggris, tapi kali ini aku akan memaparkannya dalam bahasa indonesia.

Jujur ku katakan, akulah yang lebih dulu menyukainya. tapi hanya sebatas suka. disaat pandangan pertama aku merasakan setruman yang tak aku mengerti bagaimana menjelaskannya. Oke, aku menyebutnya ‘cinta casing’, karena dari dulu aku suka meleleh dengan pria tinggi berkulit tidak begitu terang (aku gag suka cowok putih soalnya) dan berpakaian casual seperti waktu pertama kali aku melihatnya.

aku tak mengerti kenapa aku bisa begitu mudah menghafal struktur wajahnya. bentuk bola matanya yang benar-benar bulat seperti bulan penuh, kemudian hidungnya yang ku sebut hidung jambu, bahkan bibirnya yang merah mengalahkan wanita berlipstik. Aku tak menghiraukan itu semua, aku tak mau bermain hati. aku menepisnya jauh-jauh. aku berhasil untuk yang satu ini.

ternyata Tuhan menguji hatiku. aku merasa benar-benar disemprotkan berliter-liter air cinta olehNya. aku basah dengan air mata tahajudku. berkali-kali ku pinta, tolong jauhkan kami karena tak mungkin aku bermain hati sementara mungkin dia disana telah memiliki seseorang yang spesial. bukankah aku ‘calon’ benalu?

lama ku rasakan doaku terjawab. aku mulai frustasi harus kemana ku bawa rasa ini. aku mengakui dari awal kami berkomunikasi, aku benar-benar nyaman dibuatnya. sosok penuh humor yang mampu membuatku tertawa lepas, mencibir, mendecak dan menggeleng-gelengkan kepala karena lelucon konyolnya. hingga akhirnya namanya terukir begitu dalam, keras & indah di lubuk hatiku seperti prasasti yang tak akan terhancurkan oleh sejarah waktu dan ruang.

mulai saat itu, doaku berubah padaNya..

Aku mulai ‘merengek-rengek’ padaNya agar aku dijodohkan dengan pria itu.

doaku terjawab kawan!!! dia mengatakan cintanya malam itu ditelpon. mengertikah kau rasanya bagaimana? aku serasa disambar sebuah mukjizat, mengesankan, mengaharukan dan tentunya sangat membahagiakan.

THANKS GOD!! aku berteriak dalam hati. Allah baik padaku🙂

mengapa aku memilih dia??? mengapa sampai bisa mencintainya??

sang dosen bertanya kepadaku “what things do you like from your fiance?”

dan aku menjawab..

Sejak pertama kali aku bertemu dengannya, kami mulai berkomunikasi dan mungkin itulah yang dinamakan pendekatan. Kedekatan kami semakin hari semakin intim, aku mulai terbuka menceritakan hal-hal yang selama ini aku simpan baik-baik dan begitu pun dengan dirinya. Mulai dari keluarga, zaman sekolah dulu, teman-teman, kegiatannya dan kegiatanku dan masih banyak lagi hal-hal yang kami bagi, baik yang serius maupun yang sekedar bercanda.

Dia sosok yang penuh humor, blak-blakan, terus terang (straightforward) dan polos. begitulah pertama kali aku menilainya. setiap kali kami bercakap-cakap ditelfon, dia benar-benar tak pernah berhenti menciptakan senyum dan tawa untukku. tak habis lelucon ia ciptakan, tak habis topik yang kami bicarakan. Itu pertama kali aku sangat sangat merasa nyaman dengannya. sifat good-natured yang ada dalam dirinya begitu memancar kuat.

Sikapnya jelas sangat menghargai, menjaga dan peduli padaku. Ia tak pernah bosan ‘meminjam’kan telinganya untuk mendengarkan cerita-cerita ku yang sebenarnya tak penting baginya. Dia mendengarkan aku bahkan hingga aku tertidur. Dia selalu menyanjungku dengan kata-katanya sendiri. penilaiannya tentang aku benar-benar membuat aku tak bisa melupakannya, setiap kata yang ia ucapkan adalah semangat bagiku, dia buat aku mengerti tentang hidup.

guys,  dia adalah sosok pria yang pikirannya benar-benar sejalan denganku. selalu saja kami bertemu dalam 1 ide. dan kami pun kemudian saling mengagumi. kenapa terus satu hati? mungkinkah ini chemistry? Ia berpikir jauh kedepan, ia banyak mengerti tentang kehidupan, baik yang menyenangkan maupun yang gelap sekalipun. ia mengajari aku banyak hal.

Pria sabar, lembut dan berkharisma seperti dia benar-benar pantas untuk mendapatkan cinta yang sepadan dengan budinya. Itulah mengapa aku terus belajar untuk menyenangkan hatinya, menyemangatinya, mendoakannya, memujanya dan memberikan cintaku sepenuhnya. Aku benar-benar tak mau sekejap pun ia merasakan kesepian dan merasa terabaikan.

sekedar tambahan gan, pernah pada suatu kali pertemuan dikelas, dosen sastraku yang kebetulan juga pria mengatakan kepada kami, mahasiswinya: “pria yang baik-baik itu yang perlu dipertanyakan ‘kebaikan’nya, tak jarang itu hanya ‘topeng’ atau mungkin ada maunya, lagian gag hot kalau punya pasangan yang terlalu baik-baik, hubungan adeemm trus gag ada klimaksnya, cari yang kayak saya ya, biar brutal asal bertanggung jawab” ujar sang dosen dengan gaya machonya. (Dosen ku yang satu ini memang banyak disukai oleh mahasiswinya lantaran gayanya yang macho, tampan dan terkenal baik).

Sontak semua mahasiswi menyorakinya😀

Itu juga yang membuat aku benar-benar tak mau kehilangan sosoknya. meski agak badung, tampang preman, doyan berantem, anak band, anak nongkrong, bahkan ia pun seorang perokok, waktu telah membuktikan bahwa ia sosok yang sangat setia, tulus dan bertanggung jawab.

Ia benar-benar seseorang yang menyenangkan dan menenangkan.

Selain hal-hal diatas, satu hal yang paling aku kagumi dari dirinya adalah sosoknya yang ramah, pandai bergaul dan suka bersosial. Aku kagum pada caranya menyesuaikan diri dengan setiap orang yang berbicara dengannya, mulai dari bayi yang masih orok hingga orang jompo sekalipun (lebbay dikit neh). hehehehehe..

karena itulah ia selalu bisa mengimbangi sifat dan sikap ku. Ia bisa menanggapi semua perlakuan ku dengan baik. kadang aku sangat manja seperti seorang anak kecil, tak jarang juga aku bak seorang kakak yang sangat dewasa baginya, menasihati dan mencerewetinya habis-habisan. dia dapat menjawab dengan baik – baik  ketika kami membicarakan sesuatu yang sangat serius, serius, agak bercanda bahkan hingga hanya sekedar ngakak-ngakak saja.

Dia juga punya sifat kebapakan yang tak pernah membuatku ragu untuk memilihnya menjadi seorang imam.

AKU SAYANG KAMU..

satu hal yang selalu menjadi bumerang bagi cinta ini adalah sifat kami yang bak bumi dan langit, siang dan malam, hitam dan putih dan seterusnya yang bertolak belakang. aku dan dia sering terlibat pertengkaran yang kadang sulit menemukan titik terangnya.

Aku dan dia benar-benar saling melengkapi lubang kekurangan yang ada pada diri kami masing-masing. Semua yang ada pada dirinya, adalah hal yang tak aku punya. sebaliknya, segala hal yang ada padaku, tak satupun yang ada pada dirinya. Tak jarang kami hampir memutuskan untuk mengakhiri kisah ini lantaran sikap dan sifat yang jauh berbeda ini. Nyaris tak ada kesamaan. Jika telah dalam kondisi seperti itu, tak ada lain tempat mengadu selain padaNya. Menunggu petunjukNya adalah hal yang kami lakukan. hingga detik ini jalanNya selalu indah dan setelah itu kami mendapat 1 hikmah yang luar biasa. begitulah seterusnya.

kesibukannya bekerja disana dan aktifitas padatku sebagai seorang mahasiswi tak jarang membuat kami seolah-oleh menjauh lantaran tak punya cukup waktu untuk saling berbagi. Cinta yang hangat dulu berubah menjadi lorong kejenuhan dan kebosanan.

komunikasi yang di ‘sempat-sempatkan’ adalah menjadi saat-saat yang sangat berharga untuk meyakinkan hati kami masing-masing bahwa tak akan ada yang saling melupakan dan meninggalkan. dia mengerti dan aku pun paham.

Tak ada alasan bagi aku dan dia untuk tidak berpikir kearah yang lebih serius. meskipun kami tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak. sesuatu yang berlebihan pun ku sadari tidak baik. tapi sejauh ini aku yakin padanya dan dia yakin padaku. kepercayaan yang kuat menjadi ideologi dalam hubungan ini.

Dia yang pertama untukku, dan aku berdoa semoga dia juga yang terakhir dalam hidupku. Ku yakinkan padanya, meskipun aku bukan yang pertama dalam kisah cintanya, tapi aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidupnya.

Bukan materi yang ku cari dari sosok pria yang akan kujadikan teman hidup, itu juga yang menjadi dasar penilaian pertamaku padanya. Ia pun dari golongan bawah seperti diriku. aku mencari teman sejati yang siap menerima susah dan senangnya kehidupan. aku tahu ia berjuang untuk terus memperbaiki tingkat kehidupan dan keluarganya, begitu pun aku disini.

kukatakan padanya, aku menginginkan hidup sederhana, halal dan menenangkan bathin. bukan hidup yang bergelimang materi, penuh hal ‘kotor’ dan jauh dari penantian syurga Illahi.

Aku percaya kekayaan hati, ketenangan pikiran dan semangat berusaha sudah lebih dari cukup untuk melewati kehidupan dunia yang fana ini.

Aku menerima kamu dengan setiap kondisimu. Bukankah kita memulainya dari nol? saling menemani dalam kesulitan dan keterbatasan.

Percayalah, aku benar mencintaimu bahkan untuk kondisi tersulit sekalipun. bukankah kau telah menguji ku dan kau mengatakan ‘akulah juaramu’.

kemudian ia menjawab dengan pertanyaannya yang mengagetkan hatiku:

jadilah bidadari dunia dan akhiratku. bersiaplah hingga aku menjemputmu dalam ijab kabul suci pernikahan dan belajarlah  untuk menjadi ibu bagi anak-anakku kelak

air mataku jatuh. lama aku berdiam menenangkan emosi hatiku yang berkecamuk. hanya satu kata yang bisa aku katakan waktu itu. ku jawab:

Insyaallah

pagi, 29 januari 2011..

aku dan dia memulai sebuah perjalanan baru. semoga kisah ini tak akan lekang, selalu hangat dan benar-benar di jalan yang diridhoiNya.

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s