Post Strukturalisme

Beberapa waktu lalu , dosen mata kuliah Teori Sastra menyuruh tiap mahasiswanya untuk membuat tulisan tentang Post Strukturalisme.
Boleh yaa aku share disini, siapa tahu juga ada yang lagi mencari informasi tentang tema ini🙂

Post-Strukturalisme adalah sebuah pemikiran yang muncul akibat ketidak puasan atau ketidak setujuan pada pemikiran sebelumnya, yaitu Strukturalisme. Pelopor strukturalisme itu sendiri adalah Ferdinand de Saussure. Beliau mengatakan bahwa bahasa sebagai sebuah sistem tanda harus dilihat ke dalam tahapan tunggal sementara (single temporal plane). Aspek diakronis bahasa, yakni bagaimana bahasa berkembang dan berubah dari masa ke masa, dilihat sebagai bagian yang kurang penting.

Salah satu tokoh yang mendukung pemikiran Post-Strukturalisme adalah filsuf Prancis Jacques Derrida. Derrida mengatakan bahwa Saussure memberikan esensi manusia kepada bahasa. Logosentrime dan fonosentrisme adalah paham yang berusaha dikritik Derrida.  Menurutnya kelemahan logosentrisme adalah menghapus dimensi material bahasa dan kelemahan fonosentrisme adalah menomorduakan tulisan karena memprioritaskan ucapan. Derrida percaya bahwa penanda (signs) dan petanda (signified) dapat digabung dalam tahapan yang sama dalam praktek tindak tutur (act of speaking). Ia menilai bahwa tulisan merupakan model yang lebih baik untuk memahami bagaimana bahasa berfungsi karena dalam tulisan penanda selalu produktif, mengenalkan aspek sesaat kedalam penandaan yang menentukan berbagai penggabungan antara sign dan signified. Menurut Derrida jaringan tanda atau rajutan tanda bisa disebut dengan “teks”, Derrida menggunakan teks dalam arti yang jauh lebih luas daripada arti yang biasa, sebab bagi dia segala sesuatu yang ada merupakan status teks. Segala sesuatu yang ada ditandai tekstualitas. Kata Derrida, tidak ada hors-text, tidak ada sesuatu diluar teks. Jika fenomenologi dulu asyik berbicara dengan intersubyektifitas, maka Derrida sekarang berbicara tentang intertekstualitas, karena suatu teks tidak pernah terisolasi tetapi selalu berkaitan dengan teks-teks lain.

Dekonstruksi

Prosedur yang dilakukan oleh Derrida dalam menyajikan teks-teks baru disebut deconstruction, “pembongkaran”. Dekonstruksi adalah peristiwa yang tidak menunggu pertimbangan, kesadaran atau organisasi dari suatu objek atau bahkan modernitas. Derrida mengadaptasi kata dekonstruksi dari kata destruksi dalam pemikiran Heidegger. Kata dekonstruksi disini terkait langsung pada kata analisis yang secara etimologis berarti “untuk menunda”, bersinonim dengan kata men-dekonstruksi. Terdapat tiga poin penting dalam dekonstruksi Derrida: pertama, dekonstruksi, seperti halnya perubahan terjadi terus-menerus dan ini terjadi dengan cara yang berbeda untuk mempertahankan kehidupan; kedua, dekonstruksi terjadi dari dalam sistem-sistem yang hidup termasuk bahasa dan teks; ketiga, dekonstruksi bukan suatu kata, alat atau teknik yang digunakan untuk kerja setelah fakta dan tanpa suatu subyek interpretasi.

Differance

Perumusan dasar differance Derrida disusun dengan mempermainkan kata Prancis difference. Derrida menunjukkan kelemahan ucapan untuk mengungkapkan makna dengan menggunakan kata difference. Difference berasal dari kata difference yang mencakup 3 pengertian, yaitu:

  1. To differ— untuk membedakan atau tidak sama sifat dasarnya
  2. Differe (latin)untuk menyebarkan, mengedarkan
  3. To defer— untuk menunda.

Dalam pengucapannya tidak terdengar perbedaan tetapi perbedaan pemakaian huruf ‘a’ untuk mengganti huruf ‘e’ hanya terlihat dalam tulisan. Ini dilakukan Derrida untuk menunjukkan peleburan makna dari tiga pengertian dalam kata difference yang tidak dapat dilakukan oleh logosentrisme dan fonosentrisme. Menurut derrida bahasa bersumber pada teks atau “tulisan”. Tulisan adalah bahasa yang maksimal karena tulisan tidak hanya terdapat dalam pikiran manusia, tetapi konkrit di atas halaman. Tulisan memenuhinya dirinya sendiri karena tulisan terlepas dari penulisnya begitu ia berada diruang halaman dan terbuka untuk langsung dipahami pembaca.

Dari berbagai sumber.

One thought on “Post Strukturalisme

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s