Epistemologi Filsafat

Kuliah di jurusan Sastra itu menyenangkan sekali bagiku. Pasalnya, banyak sekali kajian bidang yang aku pelajari. semuanya berkaitan dan menjalin hubungan pengetahuann yang sangat indah. aku benar-benar terpesona dengan Sang Maha Pencipta betapa Ia kuasa menjadikan dunia ini dengan penuh ilmu yang saling berkaitan.

Well, salah satu bidang kajian sastra adalah Filsafat. Aku ada mata kuliah Filsafat Ilmu semester ini. Wah, ilmunya luar biasa memusingkan dengan segala teori dan kata-kata aneh di dalamnya.

Tapi papa ku pernah bilang: “Kalau mau bijak, banyaklah baca buku filsafat”

karena itu aku berusaha untuk mencari keunikan dan keasyikan mempelajari bidang ilmu ini. and I found it!!! Aku suka filsafat dan terbukti lho ucapan papa.

Nih ada sedikit tentang filsafat yang udah hampir aku mengerti. hehehehehe

Epistemologi: merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia (a branch of philosophy that inventigates the origin, nature, methods and limits of human knowledge). Sederhananya, epistemologi: bagaimana cara mendapatkan pengetahuan. Epistemologi berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan lebih fundamental lagi bersangkutan dengan criteria bagi penilaian terhadap kebenaran dan kepalsuan, tepat jika dihubungkan dengan metodologi.

Secara epistemologi: Filsafat Ilmu merupakan telaahan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, seperti:

  1. Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan  pengetahuan yang benar.
  2. Apa yang disebut kebenaran itu sendiri
  3. Cara/teknik/cara/teknik sarana apa yang membantu kita dalam mendapat pengetahuan yang berupa ilmu.

Metode adalah tata cara dari suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang matang dan mapan, sistematik dan logis.

Pada dasarnya metode ilmiah dilandasi:

  1. Kerangka pemikiran yang logis
  2. Penjabaran hipotesis yang merupakan deduksi dan kerangka pemikiran
  3. Verifikasi terhadap hipotesis untuk menguji kebenarannya secara factual.

Jujun S Suriasumantri, mengemukakan akronim metode ilmiah yang dikenal sebagai logicohypotetico verifikasi. Kerangka pemikiran yang logis mengandung argumentasi yang dalam menjabarkan penjelasannya mengenai suatu gejala bersifat rasional.

Kemudian Lanigan mengatakan, bahwa dalam prosesnya yang progresif dari kognisi menuju afeksi yang selanjutnya menuju konasi, epistemologi berpijak pada salah satu atau lebih teori kebenaran.

Ada 4 jenis teori kebenaran:

  1. Teori koherensi: suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
  2. Teori korespondensi: Suatu pernyataan adalah benar jikalau materi yang terkena oleh persyaratan itu berkorepondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan itu.
  3. Teori Pragmatik: Suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.

Honderich dalam oxford companion to Philosophy menggolongkan epistemologi pada First Order Criteriology  dalam pembagian wilayah filsafat.   

Segini dulu yaa, mudah-mudahan bisa bermanfaat. ntar bakal ada postingan lebih lanjut lagi deh tentang filsafat-filsafatnya :D:D:D

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s