KAMU…si KOLERIS yang mempesona..

Dinra789
Dear you
, my AR..

Mengungkapkan ini memalukan mungkin, tapi jika terus ku pendam, betapa sesaknya hati ini.. semoga kamu tak keberatan ya..

Ini bukan cerita fiksi, ini benar-benar kita alami, sadarkah kamu bahwa semuanya telah berubah? 😦 betapa tidak, aku sempat merasa bahwa kamu bukan lagi seseorang yang selama ini aku kenal. Bukan lagi seperti orang yang selama ini aku sayang. Tahukah kamu itu menyakitkanku? aku sempat tak mengenalimu lagi. Dan itu benar-benar menyiksa.

Ingat kah kamu bagaimana dulu kita memulai hubungan ini? Masih jernihkan diingatanmu bagaimana dulu sulitnya kita menjalani ini semua? Sadarkah kamu telah begitu banyak yang sama-sama kita korbankan demi hubungan ini? LDR dari 0 hingga 2.5 tahun itu tidak sebentar.. aku mohon ingatlah itu.

Aku percaya Tuhan memberikan pasangan yang sepadan dengan kita. Taukah kamu apa yang pertama kali ku lakukan begitu menyadari perubahanmu? aku introspeksi diri. Taukah kamu apa yang ku temukan? Aku mendapati jika kamu begitu mempesona hei kolerisku. Ya, Tuhan memberikan kamu untuk ku supaya aku memperbaiki diri. Agar aku belajar sabar & ikhlas. Tuhan membuat kita sama-sama bertahan karena Ia mau kita sama-sama belajar mendewasakan diri menjadi pribadi lebih baik. Sadarkah kamu itu?

Sebenarnya selama ini kamu begitu “jahat” padaku. Kamu membiarkan aku salah menilai kepribadian mu. Ingatkan dulu kita pernah sibuk membahas siapa kita, kita kombinasi kepribadian apa. Aku bilang kamu sanguinis-plegmatis sedang aku melankolis-plegmatis. Kamu bilang “iya”. Aku senang, itu artinya kita memang dipertemukan dengan pasangan yang cocok karena kepribadian pasangan ideal itu setidaknya ada karakter yang sama. Kamu ingat aku pernah kasih teori itu sama kamu?

Tapi tidak. Itu salah. Benar-benar salah. Kenapa kamu biarkan aku salah? Kenapa kamu tak pernah memberi tahu siapa kamu sebenarnya padaku? Aku benar-benar gak kenal kamu ketika kita buka bersama teman-temanmu di dumai waktu itu. Aku gak kenal kamu. itu menyedihkan. Dengan ilmu & berkat kebaikan teman-temanmu aku coba bertanya & mengumpulkan bukti siapa kamu sebenarnya. Masih ingatkah kamu PM ku kala itu “siapa dia sebenarnya ya Allah”. Itu buat kamu. KAMU ternyata SI sanguinis-KOLERIS yang MEMPESONA itu. Begitu aku yakin bahwa itulah kamu, tak tau harus berbuat apa, mau mengungkapkan & menumpahkannya padamu rasanya itu konyol. Yang ku lakukan hanyalah menangis, berdoa, dan bersabar.

Tak perlu cari alasan. Jangan sampai diri munafik. Bukan perkara siapa yang terbaik. Kita sangat berbeda. Bagai langit dan bumi. Seperti minyak dan air. Trus mesti bagaimana? Haruskah aku katakan padamu “kita cukup sampai disini” hanya gara-gara perbedaan ini. Hati & logika serentak menolaknya. Aku udah terlanjur berjuang selama ini atas perbedaan kita. Kamu juga kan? Kamu ingat kan gimana dulu sulitnya kita beradaptasi dengan sifat masing-masing? Kamu ingatkan bahkan sampai sekarang sering kamu lelah dengan sifatku yang menurutmu menyusahkan? Ya, itu dulu. Keadaannya sekarang sudah jauh berbeda. Ku akui saat ini kamu mulai mendaki, iya kan?

Ntahlah. Rasanya masih terlalu naif mengatakan “ya, inilah cinta sejati” atau “inilah dia jalan jodoh”. Meski terkadang aku merasakannya. Gimana dengan mu disana? Ntah mesti dengan jalan apa lagi kita mencoba untuk berpisah tapi selalu kembali lagi. Harus menghadapi masalah apa lagi supaya kita berpisah tapi ujung-ujungnya akur lagi. Aku kehabisan cara. Taukah kamu jawabannya? Alasan apa yang membuat kita biar BENAR-BENAR jadi berpisah? Atau jawabannya memang tidak ada. Mungkinkah jawaban “hanya maut yang memisahkan” itu juga milik kita?

Aku pernah berdoa untuk tidak dipertemukan dengan pria KOLERIS. Dulu aku membenci sosokmu. Sosok KOLERIS yang bos dimana-mana, mendominasi, egois, keras kepala, suka kesibukan –bahkan melihatnya sibuk saja membuatku sakit kepala-, kejam, suka merendahkan orang lain, sombong, dan seringkali merasa tak butuh orang lain dihidupnya. Trus, apa maksud Allah mempertemukan kita?😦

Kembali ke introspeksi diri tadi, kamu tau jawabannya apa? Ya. Aku mencintaimu & akan tetap mencintaimu karena aku membutuhkan sosokmu. Pertanyaan ku adalah, adakah kamu merasa membutuhkan sosok sepertiku? Aku yang mudah sekali menangis, yang begitu peka & sensitif bahkan pada hal-hal kecil yang menurutmu tidak penting, yang manja, yang lambat, yang mudah sekali kepikiran hal-hal detail, dan seringkali aku bergantung padamu. Aku tau itulah diriku. Aku sadar aku jauh dari sempurna.

Kamu tau magnet? Ia punya 2 kutub kan, selatan dan utara. Kamu pasti tau ketika kutub yang sama didekatkan, ia akan tolak menolak tapi ketika 2 kutub yang berlainan didekatkan ia akan saling tarik menarik. Kamu mengertikan? Apakah itu yang sedang terjadi pada kita?

Aku tak pernah takabur dalam menjalani hubungan ini, selalu aku bertanya padaNya, adakah kita yang memaksakan diri untuk tetap bersama? Jawabannya selalu “tidak”, memang kita harus bersama. tujuanNya agar kita sama-sama belajar untuk menjadi peribadi lebih baik, saling melengkapi, saling menyemangati, dan saling mengayomi. Bagaimana dengan doamu? Begitu jugakah Dia menjawab doamu? Ceritakanlah, aku sangat ingin mendengarnya.

Aku tak tau apa kamu menyadarinya. Aku disini benar-benar telah memilihmu untuk jadi imamku. Aku mencintaimu. Cinta artinya ingin membahagiakan dan tak ingin kehilangan. Sungguh, tak ada lagi fikir & niatku untuk mengatakan ada yang lebih baik darimu. Mungki dulu aku memang tidak menginginkan sepertimu untuk jadi pendampingku tapi sekarang aku mengerti sosok seperti mu lah yang aku BUTUHKAN. Terserah padamu mau mengatakan aku murahan atau tak ada harga diri begitu membaca tulisan ini. Aku Cuma tak mau menyesal kelak menyimpan tulisan ini darimu. Aku ingin kamu tau perasaanku meskipun mungkin bagimu ini taklah penting. Aku tak tau apa yang ada difikiranmu, tapi sejujurnya, menurutku kita memang saling melengkapi. Kamu lebih menyukai sesuatu yang sifatnya lapangan atau praktek sedang aku lebih menyukai teori. Itulah mengapa setiap ada masalah, aku menekuni buku-buku, mencoba membaca apa saja utuk menemukan solusinya lalu ku coba praktekkan. Ada banyak yang berhasil, namun ada juga yang gagal. Ya, tak semua sejalan dengan apa yang kita inginkan. Terkadang ku coba ceritakan padamu tentang apa yang aku pelajari. Aku tau bagimu itu menjenuhkan dan membosankan tapi taukah kamu apa maksudku? Aku ingin hubungan kita tidak lah kisah asmara yang bermodal cinta saja. Aku ingin kisah cinta ini berkualitas, bermutu dengan ilmu. Itulah kenapa aku selalu mengajak mu berdoa. Aku ingin kisah cinta ini kuat dengan doa, bukan dengan ambisi. Itulah mengapa aku selalu memintamu untuk selalu saling mengabari meskipun kita yakin bahwa kita sama-sama baik-baik saja. Aku ingin kisah cinta ini bertahan karena memang kita saling peduli, bukan mempertahankan status kamu milikku, aku milikmu.

Sampai sekarang aku belum pernah kamu kasih tau, mengapa kamu memilihku? Aku ingin sekali mendengar pernyataanmu. Kapan ya?

Kamu tau, apa yang selalu terlintas di benakku ketika aku membayangkan kita bersatu? Adalah sebuah suasana rumah tangga yang hidup, penuh gejolak & warna karena perbedaan kita dan perbedaan karakter anak-anak kita, kehidupan yang mewah: berkecukupan materi, kaya hati, segudang ilmu, dan doa yang tak pernah putus. Kedengarannya memang seperti mimpi tapi biarlah itu menjadi doa. Aku tak menjadikannya pasti dan bukan pula menolaknya sebagai sesuatu yang mustahil. Bagaimana menurutmu?

Aku membutuhkan sosok yang kuat sepertimu. Kamu begitu mempesona di hadapan banyak orang. Aku tak punya itu. Sosokmu yang keras membuat mu berhasil mewujudkan mimpi-mimpimu, kan. Aku butuh itu tapi aku tak memilikinya. Aku mudah sekali tertekan dan lantas menyerah. Figur ayah sepertimu pasti disenangi anak-anak. Aku butuh sosokmu yang hangat & humoris itu. Aku tak punya itu dan aku tak mendapatkannya di keluargaku. Kehidupanku begitu serius hingga terkadang aku lupa bagaimana tertawa. Darimu aku temukan itu. Kamu lihatkan betapa aku mengagumi dan memperhatikanmu? Mungkin ini sangat sederhana & tak penting bagimu tapi kamu tau, cinta bisa melihat apa yang bahkan dirimu sendiri tak pernah bisa melihatnya ada pada dirimu. Ya kan?

Tahukah kamu apa yang menjadi ketakutan terbesarku? Aku takut kamu masih saja merasa gak nyaman bersamaku lantas kamu mencari cinta yang lain. Kamu mengertikan maksudku? Semoga Allah senantiasa menuntunmu dalam kesetiaan dan kekuatanmu untuk tetap hanya pada satu cinta, yaitu aku. Begitupun aku disini. Percayalah. Saking sadar sesadarnya aku bahwa aku masih belum bisa membahagiakan dan membuatmu nyaman, aku begitu mudah nya memaafkan mu membawa orang ketiga dihubungan kita. Mungkin kamu mendapatkan darinya apa yang tak ada padaku. Tapi itu tetap saja menyakitkan. Jangan khianati kepercayaan ku lagi ya, sesulit apapun keadaan kita. Aku ingin kamu tau ini.

Kita sama-sama tidak sempurna. Maukah kamu agar hubungan kita tetap baik dengan mencintai satu sama lain dengan cara yang sempurna. Aku mau belajar mengerti sifatmu yang baru ku ketahui ini, tapi salahkah jika aku pun meminta keikhlasanmu untuk mau belajar mengerti sifatku? Percayalah, akan ada kebaikan untuk kita kelak ketika berhasil melawan perbedaan melangit diantara kita. Percayakah kamu? Tanyakan padaNya jika kamu meragukannya.

Aku menerima kekurangan dan kelebihanmu. Aku terima kamu yang egois, yang menuntut dimengerti bahkan tanpa kamu bicara, kamu yang super sibuk, kamu yang lebih nyaman dengan teman-temanmu. Aku bisa terima itu. Bolehkan aku meminta? Insyaallah tidaklah berat jika memang kamu menyanyangiku. jaga selalu komunikasi kita, jangan sampai macet. Jaga kepercayaanku, jangan buka kesempatan bagi orang lain untuk masuk ke hatimu sejenuh apapun hatimu padaku, tumpahkanlah padaNya atau bicaralah padaku. aku lebih terima kamu memaki-maki aku sepuasmu daripada kamu bawa orang ketiga di hubungan kita karena muak mu padaku. aku tak pernah berniat sengaja melakukan & menimbulkan masalah. Tak pernah aku berniat menyusahkanmu. Aku terkadang marah sama keadaan kita.

Mengertilah ada hati yang membutuhkan perhatian dan pedulimu. Aku mau kamu mengabariku apa yang kamu lakukan disana. Tak ada maksud apa-apa. Dengan membaca pesanmu, logika ku membenarkan hatiku yang yakin bahwa kamu baik-baik saja, lalu aku tenang, dan semangat melanjutkan hariku disini. Bisakah kamu bayangkan bahagiaku disini hanya dari beberapa pesan singkatmu saja. Untuk sosok mu yang bijak, rasaku tidak. Aku percaya kamu cerdas membagi waktumu disana termasuk untuk mengirimkan pesan singkat untukku. Jangan salahkan kepercayaan ku. Terkadang ego mu lah yang memaksamu untuk menghiraukan kecerdasanmu itu, jadilah aku uring-uringan lalu menjadi masalah bagi kita. kamu maukan kita baik-baik saja? Betapa banyak hal baik yang kita kerjakan ketika kita saling menyemangati satu sama lain. Itu berguna buat masa depan kita. ya kan?

Aku bangga memilikimu. Sangat bangga. Kadang kamu suka gak sadar dan aku jengkel karena tingkahmu yang kadang tega. Kamu menolak memilih banyak wanita disana untuk seorang aku yang serba kekurangan yang jauh darimu. Bukankah itu sebuah kebanggaan. Jangan rusak kebanggaanku. Tetaplah jadi imamku yang mempesona, bijaksana, produktif, menyenangkan, humoris, dan SETIA. Aku percaya kamu bisa. Kamu pasti bisa kuat menahan gejolak hatimu. Aku tau itu. Kelak, aku akan cerita pada anak-anak kita kalau kamu adalah my guardian angel yang mempesona, hangat, dan robot yang super sibuk tapi meskipun begitu tetap bisa perhatian dan tak pernah memberikan kunci gembok hatinya pada orang lain ketika kita berjauhan. Mereka pasti salut dan bangga padamu. Anak-anakku harus jadi sepertimu, agar tumbuh jadi abdi junior yang kuat, sehat, cerdas, sibuk, tidak pemalas, dan berani pastinya. Kamu sudah berhasil mengajarkanku kerasnya kehidupan  dan tugasku untuk mengajarinya pada anak-anak kita kelak. Bukankah begitu?

Oh ya, aku ada baca artikel tentang personality. Trus aku baca sosok seperti mu. Kebutuhan terbesarmu adalah “ingin pendamping hidup yang mau patuh”. Hmm.. aku mau nurut dan patuh sama kamu asaaaaaallll kamu juga mau ya janji baik-baik disana, jaga diri dan jaga hati. Gimana, dung? 🙂

Satu hal lagi yang buat aku merasa aneh ketika menghadapi perasaan denganmu, kamulah satu-satunya orang yang tak pernah membuatku tersinggung dengan semua kata-kata marah mu ketika kamu sedang emosi, malah aku merasa seperti seorang bayi yang sedang dimarahi karena sayang. Aku tak pernah sakit hati apapun ucapanmu, malah terdengar seperti ucapan tidur yang melelapkan bahkan seperti sedang dibujuk. Sering aku merindukan itu. Ntahlah aneh memang. Tapi aku percaya, kamu tetap mencintaiku apapun keadaan emosimu.

Kamu jangan gengsi lagi ya. aku Cuma minta kita bekerja sama menjaga hubungan kita ini dengan baik. Kamu tau kan banyak diluar sana yang mencibir hubungan kita? pilihannya 2: kita berakhir karena sama-sama tak kuat ataukah kita bertahan lama untuk memberi pembuktian. Aku pilih yang ke dua. Kamu gimana? Aku ngerti & terima sifatmu yang pembosan akut parah stadium 4 itu😀 yang memerlukan perubahan, yang punya cerita “dulu” & “sekarang” itu berbeda tapi menurutku ada hal-hal yang tak seharusnya kamu pertahankan agar tidk dirasuki rasa bosan mu itu: KOMUNIKASI kita. Aku percaya perubahan mu semua untuk kebaikanmu dan kebaikan kita tapi apa iya komunikasi kita pun harus ikut diubah? Aku disini merasakannya bukan menjadi lebih baik, justru kita menjadi sering mendiamkan satu sama lain. Itu gak baik buat hubungan LDR kita ini. Bilang sama aku apa yang kamu rasakan. Ceritakan pada ku kejenuhan dan kebosananmu.

Aku sayang kamu. Aku tau kamu mudah sekali ngambek lantas mengacuhkanku. Kamu tau aku tak bisa dicuekin apalagi terlalu lama. Menurutmu sebentar tapi menurutku sudah sangat lama. Karena aku yang gelisah disini, aku tak bisa untuk kamu paksa tenang selagi kita tidak baik. Menurutku masalah diselesaikan berdua bukan masing-masing kita diam. Aku tak memaksamu untuk jadi seperti yang ku mau. Kamu juga tak pernah memaksaku untuk jadi seperti yang kamu mau. Kita sama-sama berusaha untuk mengerti satu sama lain. Hanya itu. Aku kadang mengeluh karena perubahan-perubahan yang terjadi diantara kita. diantara jarak yang memisahkan kita. aku tak memaksa kamu untuk kembali menjadi seperti yang dulu. Aku Cuma kangen kamu yang dulu. Bolehkan sesekali kita bernostalgia?

Aku mencintaimu. Aku membutuhkanmu. Aku mempertahankanmu. Aku memilihmu. aku mempercayaimu.

Ingat ikrar kita ya, ada Komitmen. Kepercayaan. Dan Kesetiaan ;-):-*

Karena jarak mengajari kita segalanya. Pada jarak kita saling menitipkan cinta. Ketika hitungan jarak itu tak terhingga disini. Dihati.

Yang mencintaimu_MA.

3 thoughts on “KAMU…si KOLERIS yang mempesona..

  1. Wah, kebetulan qt mirip, aq koleris-sanguin, pacarq melankolis, aq rasa qt bs sharing, .
    Kadang aq ngerasa risih juga dgn ketidakcocokan bberapa sifat..
    Tp perbedaan karakter jgn dijadikan beban, justru bs saling melengkapi..🙂

Write Your Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s